Peminjaman Alat / Sarana Posyantek

1. TUJUAN

SOP Peminjaman alat/barang/sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Posyantek Cipta Karya dalam hal pertanggungjawabannya di pegang oleh ketua Posyantek dan dibantu oleh masing-masing Penanggung jawab Posyantek. SOP ini ditujukan untuk menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan dalam meminjam inventaris alat/barang/sarana dan prasarana dibawah pertanggungjawaban ketua Posyantek dan Penanggungjawab Posyantek yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan.

2. PROSEDUR

Prosedur peminjaman alat/barang/sarana dan prasarana ini meliputi kegiatan-kegiatan:

A. Pengajuan Surat Permohonan Peminjaman

Alat/Barang/Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh posyantek dan yang menjadi tanggung jawab ketua posyantek, pada dasarnya dapat dipergunakan oleh semua civitas akademika Posyantek. Oleh karena itu semua civitas akademika yang ingin menggunganakan Alat/Barang/Sarana dan prasarana yang menjadi tanggung jawab ketua posyantek, haruslah mengajukan permohonan peminjaman Alat/Barang/Sarana dan prasarana tersebut yang ditujukan kepada Ketua Posyantek.

            Surat Permohonan Peminjaman minimal berisi:

1. Nama Peminjam

2. Jabatan Peminjam

3. Keperluan peminjaman: acara, waktu & tempat

4. Lama peminjaman

5.Nama barang yang akan dipinjam dan jumlahnya

B. Pengesahan Permohonan Pinjaman

  • Alat/Barang/Sarana dan prasarana milik Posyantek Cipta Karya yang akan dipinjam tersebut, setelah melalui tahap pertama yaitu pengajuan surat permohonan pinjaman yang ditujukan kepada Ketua Posyantek akan segera ditindaklanjuti.
  • Ketua Posyantek akan memeriksa kebenaran surat permohonan pinjaman tersebut dan Ketua Posyantek mempunyai hak kuasa penuh untuk menerima dan menolak setiap surat permohonan pinjaman yang masuk terutama melihat kepentingan peminjaman Alat/Barang/Sarana, dan diketahui oleh ketua posyantek. Namun selama permohonan pinjaman tersebut untuk keperluan kegiatan Posyantek dan bukan kepentingan pribadi, maka permohonan tersebut akan diterima.
  • Pemohon yang tertulis dalam surat permohonan peminjaman menjadi penanggung jawab terhadap Alat/Barang/Sarana dan prasarana yang dipinjamnya.

C. Pengisian Surat Pinjaman

  • Tahapan ketiga adalah pengisian surat pinjaman bagi yang surat permohonan pinjaman telah diperiksa dan disetujui oleh penanggung jawab posyantek dan diketahui oleh ketua posyantek.

D. Penyerahan Pinjaman dan Pengecekan Awal

  • Tahapan keempat adalah setelah pemohon peminjaman mengisi surat bukti peminjaman yang terlihat pada gambar diatas, maka langkah selanjutnya adalah menerima Alat/Barang/Sarana yang dipinjam tersebut dan melakukan pengecekan awal terhadap semua barang yang dipinjam. Kemudian pemohon dapat mempergunakan Alat/Barang/Sarana pinjaman tersebut untuk keperluan yang dimaksud dan bertanggung jawab penuh terhadap Alat/Barang/Sarana pinjaman tersebut.

E. Pengembalian Pinjaman dan Pengecek Akhir

  • Tahapan kelima adalah setelah selesai mempergunakan Alat/Barang/Sarana dan prasarana pinjaman tersebut, maka pemohon pinjaman harus segera mengembalikan Alat/Barang/Sarana dan prasarana pinjaman tersebut dan melakukan pengecekan akhir terhadap semua barang pinjaman tersebut harus sesuai dengan kondisi awal pada saat barang tersebut dipinjam.
  • Jika ternyata pada saat pengembalian, Alat/Barang/Sarana dan prasarana pinjaman tersebut dinyatakan rusak, maka pemohon pinjaman harus bertanggung jawab terhadap Alat/Barang/Sarana dan prasarana pinjaman tersebut dan harus menggantinya.

F. Pengisian Surat Pengembalian

  • Tahapan keenam yang merupakan tahapan akhir adalah, pemohon harus mengisi tanggal pengembalian Alat/Barang/Sarana dan prasarana pinjaman tersebut.
  • Setelah pemohon mengisi tanggal pengembalian, maka proses peminjaman ini dinyatakan selesai.