Pemkot Surakarta Benahi Kelembagaan Posyantek

SOLO – Pos pelayanan teknologi (posyantek) yang menjadi ranah Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3Adan PM) Surakarta, masih awam ditelinga masyarakat. Karena itu, dinas terkait mulai membenahi administrasi di empat posyantek yang ada di Solo. ”Posyantek terdapat di lima kecamatan di Kota Solo. Beberapa kendala di lembaga kemasyarakatan itu, belum adanya mainset dan visi yang sama. Saat ini yang baru terlihat hanya posyantek di kecamatan Serengan. Karena itu, kelembagaan di empat kecamatan itu yang masih kami benahi,” kata Kepala Dinas P3Adan PM Surakarta, Widdi Srihatno, Rabu (3/10).

Menurutnya, kesekretariatan dari masing-masing posyantek juga bakal diperbaiki. Tentunya, pembinaan dan koordinasi dengan seluruh petugas lembaga tersebut selalu dijadwalkan. ”Pembinaan sudah kami lakukan kepada masing-masing petugas setiap tiga bulan sekali. Selain itu cara mengenalkan kepada masyarakat terkait lembaga yang dapat menampung ide dan menciptakan teknologi tepat guna bagi masyarakat terus kami berikan langkah-langkahnya,” kata Widdi.

Widdi mengakui, hal itu bakal memakan waktu dan juga bergantung terhadap masing-masing pengelola posyantek di lima kecamatan. Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, perlu dibenahi terlebih dahulu dari dasar posyantek itu sendiri. ”Membangun dan menyatukan persepsi antar pengelola memang butuh waktu. Maka dari itu ketika visi tiap posyantek muncul, membangun ide dan menciptakan teknologi kedepannya lebih mudah,” kata Widdi.

Percontohan

Widdi berharap, berkembangnya Posyantek di Kecamatan Serengan menjadi sebuah percontohan bagi posyantek di empat kecamatan lain. Pihaknya bakal mendorong pengelola lembaga kemasyarakat tersebut untuk berkembang dan menjadi refrensi bagi posyantek lain, bahkan di luar Solo. ”Harapannya posyantek di Kecamatan Serengan dapat menjadi percontohan posyantek lain bahkan di luar Solo. Kehadiran lembaga ini cukup membantu masyarakat untuk mencipatakan teknologi tepat guna yang bermanfaat untuk kehidupan sehari- hari,” kata dia.

Sementara itu, Bendahara Posyantek Serengan, Chandra Nendra mengakui bantuan Pemkot merupakan hal yang diperlukan untuk mengembangkan ide yang dimiliki masing-masing warga.

Pendanaan serta bantuan lain harus selalu difasilitasi Pemkot kepada lembaga terkait. ”Kami tidak bisa bekerja tanpa Pemkot. Menciptakan sebuah teknologi baru yang ramah lingkungan, memerlukan pemikiran panjang dan dana yang cukup. Namun keberhasilan kami menciptakan beberapa alat baru ini mayoritas dari penggalangan dana warga dan pengelola posyantek,” kata dia. Kedepan pembinaan dan penyatuan visi antara satu pengelola dan Pemkot bisa terjalin lebih baik. Sehingga kehadiran lembaga kemasyarakatan itu tidak sia-sia, dan pastinya pemberdayaan masyarakat di kecamatan setempat berhasil dilakukan.

Comments

mood_bad
  • No comments yet.
  • chat
    Add a comment